Home » Tak Berkategori » Ketua Prodi S2 PMI Sebagai Narasumber Diskusi Roadmap Ekonomi Desa Penyangga TNWK

Ketua Prodi S2 PMI Sebagai Narasumber Diskusi Roadmap Ekonomi Desa Penyangga TNWK


Bandar Lampung, 29 Juli 2026 – Ketua Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung, Dr. M. Mawardi J, M.Si., turut berperan sebagai narasumber dalam diskusi penyusunan Roadmap Pengembangan Ekonomi Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Kegiatan berlangsung di Swissbell Hotel Lampung, diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Timur bekerja sama dengan Center for Climate and Sustainable Finance (CCSF) Universitas Indonesia. Kegiatan Tersebut menjadi bagian dari proses expert reviwe terhadap draf awal roadmap pengembangan ekonomi desa penyangga TNWK.

Dr. M. Mawardi J, M.Si., hadir sebagai pakar pada bidang Sosiologi Pedesaan memberikan masukan dengan menekankan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan. Ia menyoroti penguatan kapasitas masyarakat, modal sosial, kelembagaan lokal, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi desa penyangga TNWK.

Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi dan pakar dari Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung, sesuai dengan bidang keahlian yang relevan dalam penyusunan road map. Kegiatan ini bertujuan memperoleh telaah dan rekomendasi dari para ahli untuk memperkuat draft roadmap, memvalidasi substansi, serta mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki dan diperdalam. Hasil diskusi selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan dokumen sebelum memasuki tahap konsultasi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Keterlibatan Dr. M. Mawardi J, M.Si., sebagai pakar Sosiologi Pedesaan menunjukkan kontribusi akademisi UIN Raden Intan Lampung dalam memberikan perspektif keilmuan bagi perencanaan pembangunan masyarakat desa, khusunya dalam mendukung pengembangan ekonomi desa penyangga kawasan konservasi secara berkelanjutan. (HP)